The closest Paradise from Jakarta.. :)

Well, I’m about to write one of the best trip in my life. Here goess.. πŸ™‚

Jadi, kemarin gue akhirnya bertolak menuju salah satu tempat yang jadi masuk di list “A Must Go Before I Die” versi gue. Nanti kapan-kapan gue tulis di sini juga ya. πŸ™‚ Nah, tempat ini terletak di gugusan Kepulauan Seribu (plis, jangan tanya gue apakah pulaunya beneran ada seribu atau gak) yang memang gak begitu jauh dari Jakarta. Gue sendiri pun pernah mengunjungi salah satu pulau yang ada di Kepulauan Seribu itu, namanya Pulau Tidung. Salah satu pulau yang terkenal banget buat jadi tempat “kabur” sementara dari kota Jakarta. Terkenal dalam arti banyak banget orang Jakarta yang tau, which means it’s very very very very crowded (especially on weekends). Terutama karena biaya perjalanan ke sana lumayan murah. Bisa 100 – 300 rb per manusia. Buat gue, tempat itu gak cocok sama gue. Rencana mau kabur dari Jakarta yang super rame, malah masuk pulau yang rame sama orang Jakarta. Yasalammmm.. πŸ™‚

Nah, selain pulau Tidung tadi, banyak pulau-pulau lainnya yang punya cerita masing-masing, termasuk tempat yang gue tuju ini. Letaknya agak ujung dari Kepulauan Seribu. Lumayan deket sama Pulau Perak (one of the deserted island). Nama tempat yang gue tuju ini dikenal dengan Pulau Macan (Tiger Island).

Gue emang uda ngebet banget pengen ke sini sama temen-temen gue dari kapan tauuu.. cuman karena beberapa alasan, selalu batal. Emang udah jalannya gue mesti ke sini kali ya, salah satu sepupu gue tiba-tiba mencetuskan kalau satu keluarga besar akan pergi ke Pulau Macan! *nari perut dulu*. Singkat cerita, pergilah kami ber-delapan (sebagian keluarga batal ikut) ke Pulau Macan.

Untuk pergi ke Pulau Macan, kita diharuskan ke Dermaga di Ancol, lebih tepatnya Dermaga 6, dari situ kita bakal naik speed boat cabcus langsung ke Pulau Macan. Ini nih yang asik dari ke Pulau Macan. Instead of a wooden boat, we’re using a speed boat special to Tiger Island. Yeah!

Speed boat nya lagi bertengger di dermaga Pulau Macan. Gue ambil foto ini kira-kira stengah 6 pagi..

Perjalanan kita ke Pulau Macan super bumpy banget. “Speed boat + ombak gede + angin super kenceng + lawan arus = NOT GOOD.” Ketika kita sampai di pulau, ternyata sampe staff pulaunya yang ikut jemput kita pun heran. Perjalanan biasanya mulus banget, baru kali ini “goyang” banget gara-gara anginnya lagi kenceng banget. Such a weird weather and bad timing.Β Untungnya itu hanya berlangsung di satu jam pertama perjalanan. Satu jam terakhir perjalanan, kapalnya jalan dengan sangat mulus karena udah masuk daerah pulau-pulau. Jadi lautnya lebih tenang sedikit. πŸ™‚

Sampai di pulau, jalan di dermaga, langsung keliatan tema Eco Island yang diusung sama Pulau Macan ini. Dermaganya simple banget dan langsung menuju gerbang masuk pulau yang terbuat secara alami oleh pohon-pohon yang ada.

18

Begitu masuk, gue langsung melihat sosok yang gue kenal banget gara-gara nonton video tentang Pulau Macan. Well, the host himself greeted all the guests when we arrived. Doi ini yang membuka Pulau Macan sebagai resort di Kepulauan Seribu. The name’s Roderick. Roderick (aka. Drigo) ini orang asing yang lahir dan besar di Jakarta. Sebagai tuan rumah, dia ini termasuk super ramah. Tau donk ada beberapa tuan rumah yang kadang cuman sekedar nyambut, abis itu ngilang entah kemana? Nah, Roderick ini langsung ngajak kita ngobrol. Dia bener-bener bikin kita gak merasa asing. Roderick cerita ke gue kalau dia itu ternyata lahir dan besar di Jakarta. Pas kuliah, baru pindah ke California. He’s half American half Dutch. Gue lupa bokap atau nyokapnya yang Amerika atau Belanda. Kalau nanti kalian ada yang pergi ke Pulau Macan dan ketemu dia, jangan kaget kalau Bahasa Indo nya lancar banget! Gue kaget. hahaha.. Logatnya Jakarta banget, tapi kalau ngomong bahasa inggris, Amrik banget. Cool! Dia dengan bangganya bilang ini ke gue, “Gue bukan bule-bule depok tuh! Gue asli betawi, tapi gak medok. Gue anak Cilandak, mennn!” Seriously. He said that (sambil bikin gaya metal pake tangan). Damn it, bahkan dia lebih gaul daripada gue. Haha.. Dia bahkan manggil orang tuanya dengan bokap nyokap. Hebat! First impression, sokil gob ni orang. πŸ˜€ Di suatu kesempatan waktu gue abis makan dan sedang bingung mau taro di mana in piring kotor, dia nyamperin gue dan bilang dengan super fasihnya, “Taro di situ aja brooo..” Ini bule apa bukan sih? hahaha..

101

Roderick juga cerita kalau dia ini dulunya kerja sebagai konsultan bisnis untuk waktu yang cukup lama. Sampai terus dia buka usaha sendiri sebagai tour guide. Gak nyambung? Bangettt.. Akhirnya, karena dia juga kenal dengan yang dulu punya Pulau Macan, dia dapet tawaran untuk take control Pulau Macan ini. Pertama kali Roderick ke sini, yang ada hanyalah club house (pusat kegiatan) dan satu pondok untuk istirahat. Sisanya yah masih kosong. Akhirnya dia nekad dan ambil keputusan untuk terima tawaran itu. Sampai akhirnya jadilah Pulau Macan yang sekarang. Impressive!

Pulau Macan ini sendiri lumayan serba ngirit. Khususnya listrik dan air. Karena mereka pake panel tenaga surya, jadi ketika mendung, agak susah buat dapat aliran listrik yang besar, jadilah harus diirit. Air pun begitu. Mereka memang menampung air hujan sebisa mungkin untuk nanti disaring berkali-kali sampai bersih untuk digunakan. Setidaknya untuk keperluan membersihkan badan. Untuk air minum, masih pakai air bersih untuk minum sehari-hari kok. Tenanggg.. πŸ™‚ Jadi, kalau kalian mengharapkan AC, TV, atau benda-benda apapun itu yang fancy, well you better go to a hotel then. The main purpose of this island is to be relax and peaceful in a very nature environment. Ini juga yang diusung sama Roderick ketika dia membuka Pulau Macan ini sebagai resort. Eco friendly island. πŸ™‚

Oh ya, doi pasti akan nyapa elo dan ngajak ngobrol setiap ketemu. Jadi alangkah lebih baiknya kalau kita juga begitu, jangan cuma ke dia tapi ke semua penghuni pulau dari staff sampai tamu. πŸ™‚

Pulau Macan ini ada banyak macam kamarnya. Ada tipe kamar biasa kayak cottage gitu dan ada juga yang kayak pondok. Mereka sebutnya “hut”. Untungnya, sepupu gue pesen yang hut. Untungnya lagi, hut yang kita pesen itu paling baru dan paling gede plus our own bathroom, namanya Canopy Hut kata yang punya pulau (turns out that this is his new favorite hut) :D. Beberapa hut yang lain bathroomnya ada di luar hut. Begitu masuk ke dalam hut, langsung disambut laut. PARAH KERENNYA. Aslik! Jadi, hut di pulau macan ini langsung di pinggir laut dan setengah terbuka bagian dalemnya. Setiap hut punya dermaga kecil (dock) yang ada tangga kecilnya langsung ke laut. Jadi, kita bisa langsung lompat dan berenang karena lautnya juga dangkal banget (kira-kira sepinggang orang dewasa) dan super luas. You can even snorkeling in there! There are fishes and small corals straight in front of your hut! How cool is that?! πŸ™‚ Hut kita karena untuk 4 orang, terdiri dari 2 single bed dan 1 king size bed.

Nah, kalau kalian liat di gambar atas, tempat tidurnya unik! Just a simple bed dipakein semacam kelambu putih gitu. Anginnya enakkk bangetttt… Kalau malam, nanti di bagian atasnya itu sebelum masuk ke area dock, ada tirai bambu yang bisa dibuka kebawah biar anginnya gak masuk. Nah, pengalaman gue kemarin, tirainya ditutup dan sumpah panassss! Jadi saran gue, kalau malam tirainya gak usah ditutup biar anginnya juga masuk ke dalem. Asal kuat gak masuk angin aja. hahaha.. Nah, kemarin itu seharian berawan bahkan sampai waktu makan malam pun masih berawan. Gak ada bintang sama sekali. Waktu malam hari pas udah tidur sekitar jam 2 pagi, karena panas banget, akhirnya gue mutusin buat tidur di dermaga kecil situ. Bawa bantal, selonjoran deh di pinggir dermaga situ.. You know what, that was a great idea! Anginya sejuk banget dan ternyata cuacanya udah cerah! The night sky was full of stars! Kalimat “Tidur beratapkan bintang-bintang” itu udah gue rasain kemarin. I recommend you to try that. Plus, put some music on. Ujung-ujungnya gue jadi galau. hahahaha.. :p

Paginya, I did the same thing. Gue tiduran di dermaga lagi sambil dengerin ipod sambil disuguhin pemandangan kaya gini.. It felt really good!

93

Kebayang gak sih, bangun tiap hari pagi-pagi langsung liat pemandangan kaya gini.. Betah banget gak pengen kemana-mana bawaanya leha-leha aja di situ.. πŸ™‚

Selama di pulau ini, gue lebih banyak snorkeling. Karena pada dasarnya yang dianjurkan di pulau ini cuman empat kalo dari yang gue baca dan gue liat-liat. Relax, Swimming, Snorkeling, and Hang out. πŸ™‚

Relax. Ini tujuan utama kenapa tamu-tamu pada dateng ke Pulau Macan dan beberapa menjadi regular guest. They want to escape from Jakarta and do some getaway trip to feel relax. Well, this place is the perfect place to do that. Gue ngobrol sama salah satu tamu yang nginep di sini juga. Mereka pasutri Australia dan tinggal di Jakarta untuk pekerjaan. Waktu itu abis makan malam dan gue bingung mau ngapain. Mereka kebetulan cerita kalau uda pernah sekali ke Pulau Macan sebelumnya. Reflek gue tanya, “So, what did you guys do at night at that time?” Istrinya dengan simple jawab, “Just relaxingg..” sambil senyum puas. Hahaha.. Yup, gue lupa tujuan gue ke sini. Kabur dari keramaian dan kesumpekan kota Jakarta untuk mengistirahatkan diri.. untuk santai-santai di pantai.. Dan walaupun tamu yang ada cukup banyak, kemarin itu sekitar 20an. Pulau kecil ini gak berasa ramai sama sekali. They know what they want to do in here. Relaxing, not to have a crazy party or what so ever. πŸ™‚

Swimming and Snorkeling. These two are the main thing that are suggested by the staff. Aside from the amazing beautiful hut that built next to the ocean, they have some pretty cool spot for snorkeling! We went to some places using a wooden boat (free, all include in the rates, including the equipment). You just simply ask the staff and they will take you ANYTIME you want. There is also this beach that separated from Tiger Island. Tiger Island doesn’t have a beach, so you have to cross the sea to reach a small island in front of the Tiger Island. The island is a deserted one without anyone living there. It’s part of the resort and they make it that way so guests can go to the small island if they feel that the main island is too crowded. The best part is that you can go to the small island by foot! There is a passage under the sea that connects both island. You can also swim there while you snorkeling. Or you can use the kano or small wooden boats that you have to paddle by your self. Super fun! I personally chose to swim. I want to see all the fish and corals. πŸ™‚ Oh, and one thing, you have to be careful because there are lots of sea urchin (bulu babi). Try to avoid them. πŸ™‚ My cousin got jabbed by one of them this morning before we went home. haha but only a small one, nothing serious. πŸ™‚Β 

Nah, gue itu lumayan parno sama yang namanya Bulu Babi. Buat gue itu benda termasuk dari benda-benda paling berbahaya di dunia. Entah kenapa dari kecil gue mikirnya gitu. Hahaha.. Waktu gue snorkeling kemarin, gue lagi asik-asiknya ngambang di atas sambil liat-liat ikan.. Dengan fakta bahwa badan gue gede dan berat, entah gimana caranya tiba-tiba sambil berenang mau maju, kok tiba-tiba gue menurun ke dalem air. Begitu gue liat ke bawah, Bulu Babi semua donkk!! -_______-‘ Panik mampus gue langsung extra heboh berenangnya berusaha naikin badan gue lagi ke permukaan. Gak lucu banget kalau gue metong gara-gara Bulu Babi. Aslik paniknya banget-bangetan. hahaha..

Hang out. This is one of the best part in this island. Karena Pulau Macan itu kecil, most of the people will gather around in the club house or the lounge area. Di sini, kita dapet makan 3 kali sehari. Mereka buat sistemnya buffet jadi semua akan berkumpul di waktu yang sama untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. At these times, we will sit together, either in the club house or the outside dining table next to the lounge, and eat. From there, we made new friends. Somehow we ended up playing cards together. hahaha.. Ini buat gue nilai plus banget. Kita bisa ngobrol dan kenal dengan orang-orang baru dan kebanyakan memang orang asing yang tinggal di Jakarta. Ada satu kalimat yang gue inget banget waktu gue ngobrol bentar dengan satu cewe bule dari Inggris yang udah tinggal di Jakarta selama satu setengah tahun. Kita lagi mau ngambil kopi dan dari mulut dia tercetus satu kalimat, “It’s really nice not to wake up in Jakarta.” I double that! Damn true. Mereka semua yang ada di sini, mau orang asing ataupun orang Indonesia, tujuannya emang cuman satu. Kabur dari Jakarta buat sementara waktu. Sambil bisa dapet kenalan baru di sini. πŸ™‚

Oh, and I met this guy and his wife. He happens to be the new ambassador from Norway. They also open a resort back in their home town, but they still come back to Tiger Island. And you know what?! They have been there for 7 days when I met them. 7 days! Envy! hahaha.. You see how this island attracts so many people? πŸ˜‰

The lounge area and the outside dining table plus with a bar. πŸ™‚

Oh, there is this one cute kid. He’s 2.5 years old. He’s name is Andaru. Foreign baby. He always walked everywhere naked! hahaha. So funny but super cute! I didn’t have the picture tho. 😦 His father worked in Jakarta Post and he and his wife are both Australian. They apparently are regular guest in Tiger Island. My point is, you can get a whole new story when you come to the island and meet this new people. πŸ™‚

So, I think that’s all! A very unforgettable trip and I definitely will be back soon! One of the best places I’ve ever been to. I know the price is quite high (it’s around 1,5-2 million per person for 2D1N) compared to other island, but it’s WORTH it. Please don’t compare it to other island, what they have and what they give to us are totally wayyyy more than others. For me personally, it’s reasonable. You pay for what you get. Not gonna argue about the price. πŸ˜€Β 

Β Last but not least,Β Pulau Macan, the closest paradise from Jakarta. πŸ™‚

66
Sunrise

PS: If you want to see the price and any other information, just go to http://www.pulaumacan.com. You can find all the information that you need. And the price they put in there is for 2D1N ya. πŸ™‚ Happy planning!Β 

Click here to see all my photos from Pulau Macan Trip. πŸ™‚

Di bawah ini video resmi dari Pulau Macan kalau ada yang mau liat. All the contents of this video is belong to Pulau Macan / Tiger Island. The copyright belong to them and Borneo Productions International. πŸ˜€

Pulau Macan introduction

Sekarang, semua terserah kamu. Again, this is just my trip journal and my random pensieri.. πŸ™‚

Cheers,

Erwin – @erwinendo – Keistte Project

3-4 December 2011

Advertisements

5 thoughts on “The closest Paradise from Jakarta.. :)”

  1. Thanks Erwindo!

    What a great piece of writing and some awesome photos too! The coral hut has now evolved and is looking better than ever :~) hope you come out and see it soon.

    Sampai ketemu bro ;~)

    All the best,

    drigo

    1. Ah! Thanks a lot bro! I’m flattered. πŸ™‚

      Yes, I will be back. Been trying to go back there again since the last time for 3 or 4 times and always got canceled for some reasons. 😦
      Hopefully the fifth attempt will do the trick. πŸ˜€

      Sampai ketemu juga bro~

      Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s