I hate Jakarta.. well, I love it too tho. :)

Hari ini untuk entah keberapa kalinya dalam hidup, kejebak macet yang super parah di kota Jakarta. Rasanya setiap kali itu macetnya bertambah parah. Ditambah dengan hujan yang turun dari tadi siang, mantap sudahhh… 😦

Biasanya pikiran yang muncul ketika macet itu adalah kabur ke kota lain. Walaupun mungkin banyak orang yang gak terang-terangan ngomong pengen pindah, tapi dari kata-kata yang mereka keluarkan, hampir semuanya mengisyaratkan hal yang sama. Apalagi kalau uda baca timeline di twitter gue. Everybody is cursing the traffic jam along with the city. Termasuk gue. πŸ™‚

Buat gue pribadi, macet itu uda jadi lambang kota Jakarta. Kayaknya logo kota jakarta yang ada gambar monas dan padi itu akan lebih terasa Jakartanya kalau gambar monas di ganti jadi siluet mobil-mobil kena macet. “Welcome to our traffic jam! Eh, I mean Jakarta.” itu harusnya jadi slogan ibukota Indonesia ini. hahaha.. Yang setuju, ngacung pleaseee! πŸ˜€

Akhirnya gue sampai pada suatu kesimpulan, macet ini gak akan bisa hilang (kecuali saat lebaran). Banyak orang (termasuk gue, dulu) nyalahin Gubernur DKI Jakarta dari jamannya Sutiyoso sampe sekarang, Foke. Banyak lah caci maki di timeline twitter gue yang nyalahin mereka karena gak becus ngatur jalanan ibukota sampe macet parah gitu. But you know what? I don’t think ANYONE can solve this problem. Bok, bayangin yah.. satu orang dengan tim yang cuman seberapa (diluar dari kenyataan mereka beneran kerja atau cuman korupsi) mana bisa ngatur berkilo-kilo meter jalanan Jakarta berserta semua penduduk yang menggunakan jalanan untuk kegiatan sehari-hari. Logikanya gampang. Jalanan kan yah itu-itu aja yah, nah masyarakat yang pake mobil kan GAK itu-itu aja. Dulu gue gak nyetir, sekarang gue nyetir. Sepupu gue atau temen gue dulu gak nyetir, sekarang nyetir. Sepupu atau teman dari taman gue itu dulu gak nyetir, sekarang nyetir. Artinya? Nambahhh terussss yang bawa mobil ataupun motor. Jalanan yang tersedia? Yah segitu aja diem gak nambah-nambah. Nambahpun paling hanya sebatas fly-over. Yang ada malah jalanan yang uda segitu doank, diambil sejalur buat Trans Jakarta. Makin sempittt yang ada. Hasilnya yah kaya tadi itu. Jadi, gak usah ribet-ribet nyalahin Gubernur yang sedang menjabat saat ini lah, aslik ini kota uda gak bisa diapa-apain kecuali pada pindah semua bikin kota baru. Hehehe.. :p

Nah, buat elo, apakah pindah ke kota lain atau negara lain itu bisa jadi solusi? Gue sih belom berpikiran sampai situ, tapi setidaknya kalau kita pindah kota atau negara, stress kita di jalan bakal berkurang dikit. TERGANTUNG tempatnya tapi yaa..

But one thing I must say, seburukkkk apapun ini kota.. semarah-marahnya gue sama ini kota.. seingin-inginnya gue pindah tempat ke kota atau negara lain.. Jakarta buat gue tetap rumah gue. Gak akan ada yang bisa gantiin Jakarta lah. Kota metropolitan penuh dengan lika liku yang aneh yang uda nemenin kita tiap hari. πŸ™‚

Well, I hate Jakarta but I love it too.Β 

Now, it’s up to you.. πŸ™‚ After all, this is just my random pensieri..Β 

 

Cheers,

Erwin – @erwinendo – Keistte Project

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s